Senin, 04 Februari 2013

Resensi Novel 2

 
Judul               : 2
Penulis             : Donny Dhirgantoro
Jumlah hal       : 418 hal
Penerbit           : Grasindo
Buku ini buku ke-2 dari bang Donny neh setelah 5 cm, uda pada baca kan yang 5 cm? Uda pada liat filmnya juga kan? :D
Jangan pernah meremehkan kekuatan seorang manusia, karena Tuhan sedikitpun tidak pernah.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan Gusni. Gusni yang berbeda dari anggota keluarganya. Gusni yang harus berjuang untuk tetap bertahan hidup. Gusni yang mati-matian berusaha mewujudkan cita-citanya yang sederhana, yang ingin membahagiakan orang tuanya walau jalan yang di tempuhnya tak pernah mudah, bahkan ia rela mempertaruhkan hidup matinya.
Cerita ini mengangkat tentang ke”gilaan” masyarakat Indonesia terhadap badminton. Nah, begitupun yang terjadi dengan keluarga kecil Gusni ini, demam badminton juga menjalari keluarga ini, hingga akhirnya kedua anaknya (Gusni dan kakaknya, Gita) bercita-cita untuk menjadi pemain badminton, dengan alasan yang berbeda. Gita sukses manjadi “srikandi"nya Indonesia, sedang Gusni masih dalam proses meraih cita-citanya saat itu.
Tak hanya bercerita tentang badminton, tentu saja dalam novel ini terdapat cerita romantisnya, cerita tentang Gusni dan Harry yang sudah mulai saling menyukai sejak kelas 6 SD, berawal dari “onde-onde”. Walaupun harus terpisahkan sangat lama akibat tragedi di tahun 1998, pada akhirnya mereka dipersatukan oleh tangan takdir kembali ketika Gusni sudah berada di bangku SMA. Sejak saat itu, Harry selalu mendampingi kehidupan Gusni. Kehidupan percintaan mereka sebenarnya mulus-mulus saja, sebelum Gusni mengetahui satu rahasia tentang dirinya, hingga akhirnya Gusni menyuruh Harry untuk mencari penggantinya.
Nah, cerita ini seperti paket lengkap menurut saya. Ada kisah percintaan remaja, kehangatan keluarga, ketabahan, kerja keras, serta kehangatan dengan orang sekitar. Pada awalnya saya kira buku ini adalah lanjutan dari novel 5 cm. Pas uda baca, isinya beda banget, tetapi sama-sama menariknya. Bang Donny ini sepertinya punya kemampuan untuk membuat pembacanya ga mau berhenti baca bukunya lho hehehe. Walaupun secara pribadi saya lebih suka dengan 5 cm (mungkin karena tokoh-tokohnya masih seumuran lah dengan saya) tetapi buku ini punya daya tarik tersendiri dan buku ini recomended banget buat dibaca.
 

Read Comments

Sabtu, 05 Januari 2013

Novel ibuk,


 
Judul               : ibuk,

Penulis             : Iwan Setyawan

Penerbit           : Gramedia

Tahun Terbit    : Juni 2012

Jumlah Hal.     : 291 hal

 

Nah...kamu mau gak hidup susah sama aku. Kita, hidup berdua.

Di sinilah buku ini dimulai. Tinah yang nantinya akan berperan sebagai ibuk dalam novel ini dilamar oleh Sim si sopir angkot di kota Batu.   Mereka menikah dengan berbekal keberanian untuk menjalani hidup bersama. Ibuk dikarunai 5 orang anak, 4 putri dan 1 putra, yaitu sang penulis sendiri. Mereka bertujuh hidup dalam kesederhanaan, tak jarang ibuk harus menggadaikan barang-barang yang mereka miliki agar dapur tetap mengepul.

Dapur ini penuh dengna jelaga.hidup ini mungkin akan penuh jelaga juga. Tapi anak-anakku lah yang akan memberi warna terang dalam hidupku. Ini hartaku. Dan kini saatnya, semua yang telah keluar dari rahimku bisa hidup bahagia. Tanpa jelaga.

Bagaikan sumpah yang telah dihujamkan kuat-kuat di dalam hati ibuk dan bapak, mereka berjuang mati-matian untuk memberikan pendidikan yang terbaik, dan apapun yang terbaik bagi anak-anak mereka. Ibuk tidak mau kalau anak-anaknya kelak tidak tamat SD seperti dirinya dulu. Karena itulah ia berjanji kepda dirinya sendiri untuk mengentaskan anak-anak mereka. Walaupun harus hidup dengan sederhana, walaupun hidup mereka susah, dengan cobaan yang datang silih berganti,  dengan menjadi seorang pengatur keuangan keluarga yang luar biasa, ibuk akhirnya mampu membuat anak-anaknya sukses.

Buk, jangan nangis lagi ya. Kalau Bayek sudah besar, Bayek janji akan membahagiakan Ibuk. Bayek janji, ikrar Bayek dalam hati.

Nah, karena buku ini sebagian besar juga berkisah tentang Bayek, inilah janji yang telah dipatri dalam hatinya hingga ia dewasa. Melalui jalur PMDK, Bayek yang mengecap bangku kuliah di IPB. Walaupun harus menjual angkot yang mereka miliki tapi Bayek tetap kuliah di IPB dan akhirnya menjadi lulusan terbaik dari jurusannya. Setelah lulus, ia bekerja di Jakarta, ia bekerja tak kenal lelah, ia berjuang untuk membahagiakan keluarganya di Batu sepertinya janjinya dalam hati. Karena itu, tiap bulan ia tak luput mengirim uang untuk keluarga di Batu. Tiga tahun kemudian ia akhirnya mendapat tawaran bekerja di New York. Ia pun bekerja dengan sekuat tenaga hingga akhirnya mendapatkan penghargaan “Employee of the Month” di sana. Tak hanya itu, ia akhirnya menjadi Director Internal Client Manajement di sana. Dari hasil kerja kerasnya di New York ia dapat menyejahterakan dan membahagiakan keluarganya. Tak hanya bapak dan ibuk tapi juga saudara-saudaranya.  Bayek benar-benar bisa menunaikan janjinya dulu.

Bagi yang mau baca novel ini harap siapkan tissu sebanyak-banyaknya, karena novel ini benar-benar menyentuh hati. Apalagi bagi yang hidup dalam kekurangan. Benar-benar bagus. Apalagi bahasanya yang sangat mengalir dan dibumbui dengan dialek Jawa Timur, membuat novel ini sangat mengundang untuk di baca. Bagi Anda yang ingin tahu besarnya perjuangan seorang ibuk, dan tentang kehangatan dan kebersamaan dalam keluarga, bacalah novel ini!
Read Comments

Minggu, 02 Desember 2012

Yes, You Can!


Penulis         : Ollie
Cetakan I     : Agustus 2012
Halaman      : 212 hal
penerbit       : Penerbit Noura Books ( PT Mizan Mustika) 

Wah, ini buku langsung bisa buat saya jatuh cinta :)
Biasanya kalo baca buku langsung pengen selesai, yang ini nih sayang banget mo nyelesaiinnya. Banyak hal-hal yang positif dan menarik dan terkadang malah hal sederhana yang bisa membuat kita lebih bersemangat lagi, bermimpi lagi, dan kadang membuat saya semakin nyaman karena sering pergi kemana-mana sendiri. Jadi seolah dapat pembenaran, bahwa dengan saya kemana-mana sendiri itu berarti saya mandiri, dan saya tentunya bisa lebih menikmati perjalanan saya.

Karena bahasanya yang tidak menggurui, saya seperti mendapat tamparan-tamparan saat membaca per judulnya. Bukan tamparan yang membuat saya marah atau sakit hati, tapi lebih kepada tamparan yang menyadarkan, bahwa saya bisa melakukan apa saja, saya bisa bermimpi apa saja dan saya bisa mewujudkannya.
Buku ini terdiri atas 3 bagian utama (Learning from Self,Love People, Love Life), yang tiap bagian terdiri atas judul-judul lagi. Buku ini bercerita tentang pengalaman dari mbak Ollie sendiri, baik dari pengalaman pribadi maupun bertemu dengan banyak orang. Yah, pokoknya buku ini recomended banget, terutama buat anak-anak muda :)
Read Comments
Diberdayakan oleh Blogger.