Minggu, 17 November 2013

ketika kamu memilih jalan yang lain dengan orang lain bukan berarti jalan itu salah
hanya saja kita akan menapaki jalan yang berbeda dengan mereka, sekalipun itu teman baik kita
kita hanya harus bertanggung jawab atas jalan yang telah kita pilih, sekalipun jalan kita berkelok, berkerikil tajam, bahkan naik turun
yakinlah dengan pilihan yang telah kita ambil
pasti suatu saat nanti kita akan sampi ke tempat yang kita tuju
Read Comments

Senin, 13 Mei 2013

OGB untuk Masyarakat Indonesia


Adakah diantara kalian yang tidak pernah sakit selama hidupnya? Saya yakin hanya satu diantara sekian banyak orang orang yang mengalaminya. Hal yang sering dikeluhkan ketika kita sedang sakit adalah masalah obat. Sering kali masyarakat bawah memilih untuk tidak berobat mengingat biaya berobat yang mahal, terutama biaya untuk menebus obat.

Obat Generik Berlogo

Apa sih Obat Generik Berlogo (OGB)  itu? Obat Generik Berlogo adalah obat paten yang telah habis masa hak patennya-di Indonesia masa patennya selama 20 tahun-dan diproduksi oleh perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti.  Obat Generik Berlogo (OGB) merupakan program Pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 1989 dengan tujuan memberikan alternatif obat bagi masyarakat, yang dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup.
Di Indonesia, OGB masih di pandang sebelah mata. Masyarakat lebih memilih obat paten yang harganya lebih mahal dari pada OGB, dengan anggapan bahwa semakin mahal obat maka akan semakin manjur. Kenyataannya, OGB ini mengandung zat-zat yang sama dengan obat paten. Hanya saja, OGB ini tidak bermerk dan harganya juga diatur oleh ketetapan pemerintah sehingga sehingga harganya lebih murah.
Dengan adanya OGB, masayarakat sebenarnya telah diringankan bebannya dalam pembelian obat. Hanya saja OGB saat ini masih terbatas digunakan di masyarakat menengah ke bawah. Sedangkan untuk masyarakat menengah ke atas lebih memilih obat paten yang notabene harganya lebih mahal. Padahal, jika masyarakat tahu, sejatinya kedua obat ini sama saja manfaatnya. Untuk itu diperlukan partisipasi banyak pihak agar OGB dapat dikenal dan digunakan oleh seluruh lapisan masyarakat.

backlink : www.dexa-medica.com
Read Comments

Selasa, 02 April 2013

The Boy Sherlock Holmes, Vanishing Girl


 
 
Judul               : The Boy Sherlock Holmes, Vanishing Girl

Pengarang       : Shane Peacock

Penerbit           : Penerbit Noura Books

Tahun terbit     : April 2012

Jumlah hal       : 422 hal

 

Novel ini mengisahkan tentang Sherlock Holmes yang sedang meghadapi kasus keluarga Rathbone, seorang anggota Majelis Tinggi dan penasihat kabinet Perdana Menteri Derby dalam bidang hukum. Keinginannya untuk diakui sebagai detektif menyeretnya dalam pemecahan kasus penculikan putri dari Lord Rathbone. Sehingga ia harus beradu cepat dengan Inspektur Lestrade untuk memecahkan kasus kelurga Rathbone ini.

Novel ini terdiri atas 3 bagian utama, masing-masing bagian menceritakan masing-masing kasus.

Bagian 1 Penculikan

Victoria Rathbone diculik di Rotten Row, Hyde Park pada akhir musim semi. Tidak ada satu saksi mata pun dalam penculikan ini karena penculikan ini terjadi pada tempat yang ramai. Selama empat bulan, polisi belum menemukan sang penculik. Sherlock dan Lestrade masih terus menerus mencari petunjuk tentang Victoria Rathbone. Pada saat Lestrade membacakan surat  permintaan tebusan di muka umum, dengan matanya yang jeli Sherlock mendapatkan petunjuk pertama berupa watermark pada surat tersebut. Kemudian ia mengikuti petunjuk tersebut, tanpa berbekal uang sampai ke tempat di maan pabrik kertas tersebut dibuat. Jatuh bangun telah ia alami demi mencapai tempat pemilik kertas tersebut. Hingga akhirnya ia menemukan seseorang yang mirip dengan Victoria di Grimwood Hall.

Bagian 2 Perampokan

Setelah Victoria Rathbone kembali ke rumahnya, tak selang berapa lama kemudian rumah Lord Rathbone di rampok. Semua barang berharga diambil kecuali kamar Lady Rathbone yang tak tersentuh sama sekali. Perampokan terjadi pada saat keluarga Rathbone melakukan tetirah ke rumah mereka di pedesaan dengan hampir semua pelayan mereka. Awalnya Sherlock memanfaatkan Lestrade Junior untuk membantunya mencari petunjuk di rumah keluarga Rathbone yang di jaga ketat oleh Polisi. Di kesempatan yang lain, Sherlock menyamar sebagai pelayan di pesta yang diadakan oleh keluarga Rathbone untuk merayakan putrinya yang sudah kembali. Ia memasuki kamar Lady Rathbone dan menemukan sepasang sarung tangan (laki-laki dan perempuan) di dalam laci. Naas, pada saat bersamaan Lady Rathbone memasuki kamar, tetai Sherlock Holmes berhasil melarikan diri plus sebuah informasi berharga. Disisi lain, Irene masih berusaha untuk menemui Victoria Rathbone untuk membantunya menyembuhkan “seseorang” yang sangat berharga untuknya. Ia berusaha meminta bantuan Sherlock Holmes. Akhirnya ia meminta bantuan Malefactor untuk membantunya mendekati Victoria Rathbone.

Bagian 3 Penculikan

Masyarakat dibuat gempar dengan penculikan (kembali) Victoria Rathbone. Sherlock segera menuju Portsmouth untuk menenukan Victoria Rathbone. Di sana ia bertemu dengan Lady Rathbone dan seseorang pemilik sarung tangan itu. Kemudian dia segera ke St. Neot-tepatnya menuju Grimwood Hall dan menemukan jawaban dari semua teka-teki yang berkaitan dengan Penculikan dan Perampokan keluarga Rathbone.

 

Secara keseluruhan, kisah ini sangat menarik menurut saya. Membuat saya selalu bertanya-tanya dan menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi di keluarga Rathbone. Nah, isinya diceritakan dengan apik oleh penulisnya. Deskripsi latar dalam novel ini diceritakan dengan sangat jelas oleh penulisnya. Cover bukunya cukup menarik dan mencerminkan isi dari novel ini. Monggo, bagi yang suka dengan kisah-kisah detektif, novel ini tidak akan mengecewakan untuk dibaca.
Read Comments
Diberdayakan oleh Blogger.