Jumat, 06 Juli 2012

Resensi Novel Eliana


Judul Buku   : Eliana
Penulis         : Tere Liye
Penerbit      : Replubika
Tahun terbit: Cetakan Kedua, Agustus 2011
Tebal Buku  : 519 halaman

Buku ini berkisah tentang Eliana, sulung dari anak Mamak. Ini merupakan dagian dari tetralogi Serial anak mamak, yang menceritakan tentang anak-anaknya, yaitu Eliana, Pukat, Berlian, dan Amelia. Setting cerita ini berada di Lembah Bukit Barisan di Sumatra, sebuah desa yang dikelilingi oleh hutan.
Eliana, yang masih duduk di kelas 6 dibesarkan ditengah keluarga yang sederhana, dengan sosok Mamak yang tegas dan disiplin dan sosok Bapak yang humoris tetapi bijaksana. Anak-anak mamak tumbuh dengan istimewa, mereka dibiasakan dengan sebutan-sebutan yang menguatkan karakter mereka, seperti Eliana yang selalu dijuluki sebagai anak pemberani sejak lahir. Eliana memang benar-benar tumbuh sebagai anak yang pemberani.
Di sekolah ia berani “berduel” oleh teman laki-lakinya yang bernama Anton. Berduel dalam artian Eliana berani bersaing dengan Anton secara jujur, diantaranya bermain bola Voli, gobak sodor, lomba lari 10 putaran mengelilingi lapangan, sampai ia mengumandangkan adzan di mushola yang berujung pada pertemuan seluruh warga kampung di mushola.
Selain itu, keberaniannya juga terlihat pada saat ia merasa tidak suka pada saat ada penambang pasir di desanya yang sangat mengganggu keseimbangan alam di desanya, mulai dari warga yang kesulitan mencari kucur di sungai, kesulitan mencari batu hias di dasar lubuk larangan, sampai warga yang harus kerepotan untuk mengunjungi kebun jagung miliknya. Kemudian dia bersama empat temannya mendirikan genk “Empat Buntal” untuk melakukan perlawanan terhadap penambang tersebut. Ditengah-tengah perlawanan yang mereka lakukan, ia harus kehilangan salah satu anggota genk .
Selain menceritakan tentang keberanian Eliana, kisah ini juga menceritakan tentang Eliana yang membenci statusnya menjadi anak Sulung. Ia membenci mamak yang mengharuskan Eliana menjaga dan bertanggung jawab terhadap adik-adiknya. Sampai akhirnya ia kabur dari rumah.
Kisah ini diceritakan dengan bahasa yang sangat mudah dipahami dan penuh dengan pesan moral. Sekali membaca rasanya takkan mau untuk berhenti membaca. Dengan membaca kisah ini, kita akan belajar bagaimana untuk bersikap bijaksana dalam menghadapi suatu masalah, selain itu kita juga akan mengerti bagaimana besarnya kasih sayang seorang ibu kepada kita. Bagi yang mau belajar tentang kebijaksanaan buku ini sangat direkomendasikan baik untuk remaja maupun orang dewasa. Selamat membaca.



0 komentar:

Poskan Komentar

Diberdayakan oleh Blogger.